Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Telur Per Kilo

Juni 16, 2017

Harga telur per kilo tidaklah sama karena setiap harga akan selalu mengalami fluktuasi. Perubahan harga di pasaran ditentukan oleh permintaan konsumen, termasuk konsumen telur ayam negeri itu sendiri. Permintaan yang tinggi akan meningkatkan harga pasaran, dan sebaliknya.

Harga Telur Per Kilo dan Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga
Harga telur ayam per kilo yang selalu mengalami perubahan itu, disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

1.      Harga pakan ternak
Dalam usaha peternakan ayam petelur, tentu saja dibutuhkan asupan makanan untuk menunjang gizi ayam-ayam yang akan menghasilkan telur. Di dunia peternakan ayam petelur, harga pakan ayam bisa menghabiskan biaya 60% hingga 80% dari total biaya produksinya. Oleh karena itu, harga pakan ayam petelur ini sangat mempengaruhi kelancaran bisnis telur ayam negeri. Jika harga pakan melonkak, maka harga telur juga seharusnya meningkat untuk menutupi kerugian. Sebaliknya, jika harga pakan ayam turun, maka harga telur juga bisa mengikuti. Hal ini juga dipengaruhi secara langsung oleh permintaan pasar.
2.      Harga Day One Chick (DOC)
Harga Day One Chick (DOC) merupakan harga yang diidentifikasikan untuk anak ayam petelur dalam satuan ekor. Adanya anak ayam petelur juga merupakan faktor penentu keberhasilan dan kelancaran bisnis telur ayam negeri. Anak ayam petelur itu lah yang akan menggantikan generasi ayam sebelumnya yang sudah tua (ayam afkir). Jika harga anak ayam petelur tinggi per ekornya, maka kemungkinan besar akan dibutuhkan biaya untuk menutupi lonjakan pengeluaran tersebut. Akibatnya, harga telur ayam negeri di pasaran juga harus dinaikkan agar tidak ada yanga merugi.
3.      Harga ayam afkir
Update harga telur per kilo juga dipengaruhi oleh harga ayam afkir. Ayam afkir adalah ayam yang sudah tua. Jika harga telur ayam negeri di pasaran menurun, akan ada banyak peternak yang menjual ayam afkir dengan tujuan untuk memberikan kompensasi harga telur yang terus menerus turun tersebut. Berkurangnya jumlah ayam di pihak produsen akan menyebabkan berkurangnya jumlah pasokan telur di pasaran. Sehingga, harga telur diharapkan bisa kembali naik dan bisa mengembalikan harga jual yang sebelumnya turun.
4.      Iklim dan cuaca
Harga telur per kilo hari ini juga dipengaruhi secara langsung oleh kondisi iklim dan cuaca. Iklim dan cuaca ini akan berakibat pada tingkat kesehatan dan ketahanan kondisi fisik ayam petelur. Jika iklim menyebabkan beberapa kondisi yang tidak layak untuk para ayam, maka kesehatan ayam yang terganggu akan menurunkan produksi telur, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hal ini akan membuat harga telur turundi pasaran. Selain itu, kondisi iklim dan cuaca yang buruk juga akan menghambat jalannya distribusi telur ke para pedagang dan calon konsumen. Tentu saja hal itu akan membuat harga telur menjadi tidak stabil.
5.      Rantai tataniaga negara
Faktor terakhir adalah rantai tataniaga negara. Rantai tataniaga ini berperan secara tidak langsung dalam mengakumulasi harga di tangan konsumen terakhir. Yang termasuk dalam rantai tataniaga ini misalnya biaya marketing telur yang berkaitan dengan semua aktifitas penyaluran telur secara fisik. Misalnya, harga bensin atau bahan bakar mobil pengangkut telur. Jika secara umum, harga bensin naik, maka kemungkinan seluruh harga juga akan naik. Termasuk telur ayam negeri.

Itulah kelima faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi harga telur per kilo di pasaran. Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

0 komentar

Tentang Kami

HARGATELUR AYAM

Kami adalah Supplier Telur Ayam dengan skala besar, Siap memberikan harga terjangkau dengan kualitas yang terbaik. Segera hubungi kami untuk pemesanan.

: [email protected]

DMCA.com Protection Status

Formulir Kontak