Konsumsi Telur Ayam Untuk Balita, Amankah?

Mei 26, 2017

Telur ayam untuk balita apakah aman? Pertanyaan tersebut sering muncul di benak para orang tua khususnya ibu yang hendak memberikan telur sebagai salah satu menu makanan bagi buah hati yang berusia masih balita. Telur merupakan sumber protein hewani yang sangat kaya akan gizi yang mendekati keseimbangan gizi yang sempurna. Kandungan inilah yang membuat telur sangat baik diberikan pada balita yang telah diperkenankan mengonsumsi MPASI atau Makanan Pendamping ASI. Seperti yang telah diketahui, MPASI dapat diberikan pada balita berusia enam bulan ke atas.

Kandungan Telur Ayam Yang Sangat Baik Untuk Tumbuh Kembang Balita
Telur merupakan bahan makanan padat yang sangat dianjurkan untuk diberikan pada buah hati setelah berusia enam bulan ke atas. Manfaat telur untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembangnya sangatlah beragam. Hal ini sejalan dengan kandungan nutrisi yang terdapat di dalam telur ayam negeri. Berbagai kandungan nutrisi serta kegunaannya bagi tumbuh kembang buah hati antara lain:
1.      Berbagai vitamin
Telur mengandung beragam vitamin seperti vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, viamin E yang sangat baik untuk perkembangan dan kesehatan kulitnya serta vitamin B6 yang sangat baik untuk kesehatan seluruh organ.
2.      Protein tinggi
Tidak dapat dipungkiri lagi jika telur mengandung protein yang sangat melimpah yang berguna untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh serta sebagai sumber energi selain karbiohidrat da lemak.
3.      Kolin
Zat kolin sangatlah baik untuk tumbuh kembang otak buah hati dan meningkatkan daya ingat secara efektif.

Masih banyak kandungan nutrisi yang terdapat pada telur ayam yang sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang buah hati. Melalui penjelasan di atas, dapat disimpulkan jika jawaban atas pertanyaan bolehkah bayi makan telur ialah diperbolehkan bahkan sangat direkomendasikan. 

Beragam Mitos dan Fakta Tentang Telur Ayam Untuk Balita
Ulasan yang selanjutnya ialah membahas tentag berbagai mitos yang selama ini berkembang pada masyarakat mengenai pemberian asupan telur ayam pada buah hati. Karena beberapa mitos ini bahkan ada yang mengurungkan niat untuk memberikan asupan telur pada buah hati dengan alasan takut ini dan itu. Padahal tidak semua mitos tersebut benar adanya. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjutnya:

·        Mitos: kuning telur merupakan pemicu alergi utama
Banyak yang beranggapan telur ayam untuk bayi yang baik diberikan hanya bagian putihnya saja dan membuang jauh-jauh kuning telur supaya tidak tesentuh sang buah hati. Padahal faktanya ialah sebaiknya mengenalkan telur pada saat usia diperbolehkan MPASI dengan memberikan bagian kuning telur terlebih dahulu. Putih telur justru mengandung zat yang memicu timbulnya alergi lebih besar daripada kuning telur.

·        Mitos: Telur boleh diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun
Mitos tersebut juga tidak benar menurut penjelasan ilmiah serta medis. Justru telur merupakan asupan makanan yang tepat untuk perkenalan awal buah hati yang menginjak usia 6 bulan karena mudah dicerna. Kandungan nutrisinya juga mencukupi dan sangat baik bagi tumbuh kembang buah hati.

·        Mitos: konsumsi telur setiap hari menyebabkan bisul
Hal ini dapat terjadi apabila buah hati memiliki alergi terhadap telur. Putih telur mengandung protein yang tinggi dan bersifat antigen sehingga memicu alergi lebih besar. Untuk itu, berikan kuning telur saja untuk perkenalan dan takaran konsumsi telur untuk balita ialah 1 hingga dua butir saja setiap minggu hingga usia 9 bulan hingga setahun.

Ternyata banyak mitos tentang telur ayam untuk balita yang tidak benar dengan penjelasan secara ilmiah. Oleh karenanya, tak perlu takut lagi dalam memberikan asupan telur kepada buah hati asal dengan takaran dan cara pengolahan yang benar.

You Might Also Like

0 komentar

Tentang Kami

HARGATELUR AYAM

Kami adalah Supplier Telur Ayam dengan skala besar, Siap memberikan harga terjangkau dengan kualitas yang terbaik. Segera hubungi kami untuk pemesanan.

: [email protected]

DMCA.com Protection Status

Formulir Kontak